Percobaan Pemisahan Campuran

Selasa, 08 Mei 2012

     A.   Judul  Percobaan : Pemisahan Campuran
B. Tujuan dari percobaan ini adalah :
            1.      Untuk memisahkan zat padat dari zat cair.
            2.      Untuk memisahkan zat padat dari zat padat. 
     C.  Kajian Teori
Dalam Kimia, proses pemisahan digunakan untuk mendapatkan dua atau lebih produk yang lebih murni dari suatu campuran senyawa kimia karena sebagian besar senyawa kimia ditemukan di alam dalam keadaan yang tidak murni. Contohnya pemisahan kristal garam dari air laut, pemisahan kristal gula dari air tebu, dan lain sebagainya.
 Secara mendasar, proses pemisahan dapat diterangkan sebagai proses perpindahan massa. Proses pemisahan sendiri dapat diklasifikasikan menjadi proses pemisahan secara mekanis atau kimiawi. Pemilihan jenis proses pemisahan yang digunakan bergantung pada kondisi yang dihadapi. Pemisahan secara mekanis dilakukan kapanpun memungkinkan karena biaya operasinya lebih murah dari pemisahan secara kimiawi. Untuk campuran yang tidak dapat dipisahkan melalui proses pemisahan mekanis (seperti pemisahan minyak bumi), proses pemisahan kimiawi harus dilakukan.
Proses pemisahan suatu campuran dapat dilakukan dengan berbagai metode. Metode pemisahan yang dipilih bergantung pada fasa komponen penyusun campuran. Suatu campuran dapat berupa campuran homogen (satu fasa) atau campuran heterogen (lebih dari satu fasa). Suatu campuran heterogen dapat mengandung dua atau lebih fasa: padat-padat, padat-cair, padat-gas, cair-cair, cair-gas, gas-gas, campuran padat-cair-gas, dan sebagainya. Pada berbagai kasus, dua atau lebih proses pemisahan harus dikombinasikan untuk mendapatkan hasil pemisahan yang diinginkan. Metode-metode yang dapat diakai untuk pemisahan antara lain: penguapan, kristalisasi, kristalisasi bertingkat distilasi, filtrasi, dekantasi dan sublimasi.
Penguapan atau evaporasi adalah proses perubahan molekul di dalam keadaan cair (contohnya air) dengan spontan menjadi gas (contohnya uap air). Proses ini adalah kebalikan dari kondensasi. Umumnya penguapan dapat dilihat dari lenyapnya cairan secara berangsur-angsur ketika terpapar pada gas dengan volume signifikan.
Kristalisasi adalah proses pembentukan bahan padat dari pengendapan larutan, campuran leleh, atau lebih jarang pengendapan langsung dari gas. Kristalisasi juga merupakan teknik pemisahan kimia antara bahan padat-cair, di mana terjadi perpindahan massa dari suat zat terlarut dari cairan larutan ke fase kristal padat.
Dekantasi adalah pemisahan antara zat padat dan zat cair dengan ukuran zat padat cukup besar misalnya pasir dengan cara mengendapkan zat padat sampai diperoleh dta lapisan yaitu air pada bagian atas dan endapan pada bagian bawah kemudian bagian atasnya yaitu air dituangkan secara perlahan lahan.
Destilasi adalah proses pemisahan campuran antara zat cair dengan zat cair dengan proses pengupapan dan diikuti dengan proses pengembunan proses ini dilakukan berdasarkan perbedaan titik didih zat cair.
Filtrasi adalah proses pemisahan campuran heterogen yaitu pemisahan zat padat dari zat cair yang menggunakan media saringan atau filter  yang berpori-pori.

D.    Rancangan Percobaan
1.      Alat dan bahan
Alat-alat :
·         Gelas kimia
·         Gelas ukur 50 mL
·         Corong
·         Pembakar spiritus
·         Kaki tiga
·         Cawan penguap
·         Kaca arloji
·         Kertas saring
·         Spatula
Bahan :
·         CuSO4 .5H2O
·         Garam dapur
·         Kapur barus
·         Kapur tulis
·         Pasir 
2.      Langkah-langkah percobaan
1)      Masukkan  1 sendok pasir ke dalam gelas kimia yang berisi air kemudian diaduk sampai rata. Biarkan pasir mengendap lalu tuangkan larutan bagian atas.
2)      Masukkan bubuk kapur tulis ke dalam gelas kimia yang berisi air lalu aduk sampai rata. Siapkan corong dan kertas saring lalu lakukan penyaringan.
3)      Larutkan garam dapur ke dalam gelas kimia yang berisi air, kemudian saringlah larutan garam tersebut dengan menggunakan kertas saring. Uapkan larutan garam hasil penyaringan di atas dalam cawan penguapan sampai airnya habis.
4)      Larutkan 1 gram garam CuSO4 .5H2O ke dalam 10 mL air. Uapkan larutan garam tersebut sehingga volumenya hampir habis, kemudian dinginkan. Perhatikan bentuk kristal yang terjadi!
5)      Campurkanlah  1 sendok pasir, 1 sendok garam dapur dan air dalam gelas kimia lalu aduk sampai menjadi larutan homogen. Panaskan campuran ini kemudian lakukan penyaringan. Zat padat yang tertinggal dalam corong cuci dengan air (kira-kira 5 mL) dua sampai tiga kali. Air hasil penyaringan dan air cucian dijadikan satu kemudian uapkan dalam cawan penguapan. Apabila airnya hampir habis, hendaknya pembakar disisihkan dan biarkan air menguap sendiri.
6)      Masukkan 1 gram kapur barus yang kotor (dikotori dengan pasir atau natrium karbonat) ke dalam cawan penguapan. Tutup cawan tersebut dengan kaca arloji yang berisi air. Panaskan perlahan-lahan sampai terbentuk zat padat pada kaca arloji. Sesudah didinginkan kumpulkan kristal-kristal tersebut dan perhatikan bentuk kristalnya.
7)      Catatlah hasil pengamatan dari semua percobaan yang telahdilakukan di atas                                                                                                     

Krist
E.     Hasil Pengamatan

NO.
PERLAKUAN
PENGAMATAN
SEBELUM
SESUDAH
1a.





b.
1 sendok pasir + air diaduk





Dituangkan (air bagian atas setelah pasir mengendap)
·   Air : Jernih
·   Pasir : Serbuk (Berwarna Hitam)



·    Air Keruh (Di Bagian Atas)
·    Endapan Pasir ( Di bagian bawah)
·    air : keruh
·    pasir: endapan (tidak  bercampur dengan air)

·    Filtrat: Air keruh.
·    Residu: endapan pasir.

2a.






b.
Serbuk kapur + air diaduk






Disaring
·  Air: Jernih
·  Kapur : Serbuk putih




Larutan kapur keruh
·  air : bercampur dengan garam(larutan garam)
·  garam : terlarut dalam air

·  Filtrat : Air jernih

·  Residu : kristal putih garam (pada kertas saring)

3a.





b.




c.
Garam dapur +air
Diaduk




Disaring (dalam kertas saring)




Diuapkan
·  Air : jernih
·  Garam dapur : serbuk putih



·  Larutan garam keruh




·  Filtrat jernih
·  Air : bercampur dengan garam (larutan garam)
·  Garam : terlarut dalam air

·  Filtrat : air jernih
·  Residu : kristal putih garam pada kertas saring

·  Membentuk kristal garam berwarna putih

4a.



b.
CuSO4. 5H2O + air (10 mL) dilarutkan


Diuapkan
·  Air : jernih
·  CuSO4. 5H2O : biru


·  Larutan CuSO4.5H2O berwarna biru
·   Larutan CuSO4. 5H2O berwarna biru

·  Kristal berwarna kuning kehijau-hijatan

5a.



b.


c.




d.

e.
1 sendok garam + 1 sendok pasir + air diaduk


Dipanaskan


Disaring




Endapan dicuci

Diuapkan
·  Pasir : serbuk hitam
·  Garam : serbuk putih
·  Air : jernih

·  Larutan garam keruh dan endapan pasir

·  Air keruh, pasir tidak larut
·  Endapan pasir : butiran hitam

·  Filtrat : jernih

·  Filtrat jernih
·  Larutan garam (keruh) dan endapan pasir


·  Air keruh, pasir tidak larut

·  Filtrat: jernih
·  Residu : Endapan pasir ( butiran hitam)

·  Filtrat : jernih

·  Kristal garam

6a.




b.





c.





Kapur barus + pasir (dalam cawan penguapan) dicampur



Dipanaskan, ditutup gelas arloji yang diberi air




Didinginkan





·  Kapur barus : serbuk hijau
·  Pasir : serbuk hitam


·  Kapur barus : Serbuk hijau
·  Pasir : padatan hitam



·  Kapur barus : menempel pada kaca arloji
·  Kapur barus : serbuk hijau
·  Pasir : serbuk hitam

·  Kapur barus : menguap (di atas kaca arloji)
·  Pasir : tertinggal di cawan

·  Kristal berwarna putih
·  Bentuk : seperti pecahan kaca atau serpihan
·  Ukuran : tipis


F.      Analisa Data
Dari Percobaan diatas dapat dianalisa bahwa pada percobaan pertama adalah termasuk pemisahan secara dekantasi. Hal ini di karenakan pasir-pasir yang di masukkan kedalam air tidak larut kemudian mengendap dan partikel-partikel yang mengendap ukurannya cukup besar. Air yang berada di bagian atas dituangkan secara perlahan –lahan menggunakan bantuan spatula untuk mempermudah memisahkannya.
Pada percobaan kedua adalah pemisahan secara filtrasi atau penyaringan. Hal ini dikarenakan partikel-partikel kapur tulis yang dicampurkan kedalam air tidak larut sedangkan partikel-partikelnya sangat lembut sehingga digunakanlah metode penyaringan untuk memisahkannya.
Percobaan yang ketiga dan keempat adalah melarutkan garam kemudian mengkristalkannya. Percobaan ini termasuk pemisahan secara penguapan karena menghilangkan air dengan cara memanaskan kemudian menguapkan airnya sampai habis.
Percoban kelima pemisahannya menggunakn tiga metode yaitu metode penyaringan ( pemisahan larutan garam dengan endapan pasir), dekantasi (pencucian endapan pasir)  serta penguapan (pemisahan antara air hasil cucian endapan pasir dan larutan garam).
Percobaan keenam adalah pemisahan menggunakan metode sublimasi. Hal ini dikarenakan partikel kapur barus tercampur dengan air kemudian dipanaskan. Karena kapur barus mudah menguap sehingga diatas cawan diberi gelas arloji yang berisi air agar uapnya tidak keluar dan agar cepat membentuk kristal.

G.    Diskusi
Dari hasil analisa diatas, pada percobaan pertama digunakan metode pemisahan dekantasi karena pasir tidak larut dalam air, ukuran partikelnya besar dan mengendap dibagian bawah. Sehingga air yang berada diatasnya dapat langsung dipisahkan tanpa menngunakan penyaring cukup menuangkannya secara perlahan-lahan dengan bantuan spatula agar air mudah masuk kedalam tempat pemisahan.
Percobaa kedua hampir sama dengan percobaan pertama yang membedakannya adalah ukuran partikelnya. Partikel kapur lebih halus atau kecil dibandingkan partikel pasir. Apabila menggunakan metode dekantasi maka hasil pemisahannya tidak maksimal, sehingga metode yang digunakan adalah metode penyaringan.
Pada percobaan ketiga dan keempat sama-sama menggunakan metode pemisahan secara penguapan. Halini di karenakan terdapat peerbedaan yang amat jauh yaitu titik didihnya. Titik didih air lebih rendah di bandingkan titik leleh kedua garam tersebut. Yang membedakan dari  kristal garam dapur dan garam CuSO4. 5H2O  adalah bentuk kristalnya setelah dipisahkan. Garam dapur bentuk kristanya tetap seperti sebelum dipisahkan sedangkan pada kristal garam CuSO4. 5H2O mengalami dehidrasi sehingga kristalnya berubah warna dari biru muda menjadi kuning agak kehijau-hijauan.
Pada percobaaan kelima menggunakan tiga metode percobaan pemisahan yaitu: penyaringan  memisahan larutan garam dengan endapan pasir, dekantasi memisahkan air cucian endapan pasir dari endapan pasir tersebut  serta penguapan memisahan antara campuran air hasil cucian endapan pasir dan larutan garam dengan kristal garamnya. Pencucian pada endapan pasir diperlukan untuk membersihkan pasil dari sisa-sisa larutan garam agar jumpah kristal garam yang dihasilkan lebih maksimal.
Sedangkan percobaan keenam digunakan metode sublimasi karena kapur barus mempunyai sifat mudah menguap dan mempunyai titik leleh lebih rendah dibandingkan pasir. Sehingga saat dipanaskan kapur barus meleleh dan langsung menguap. Saat uapnya sampai digelas arloji uap tersebut mengalami kondensasi dan akhirnya membentuk kristal kapur barus.

H.    Simpulan
Dari hasil diskusi diatas dapat disimpulkan percobaan pertama menggunakan metode dekantasi, percobaan kedua menggunakan metode filtrasi, percobaan ketiga dan keempat  menggunakan metode penguapan, percobaan kelima menggunakan metode kristalisasi bertingkat, dan percobaan  keenam menggunakan metode sublimasi.

I.       Daftar Pustaka
Anonim. 2008. Pemisahan. (http://id.wikipedia.org  diakses 18 oktober 2009)Tim Kimia Dasar. 2009. Penuntun Praktikum KIMIA DASAR 1. Surabaya: Jurusan Kimia FMIPA UNESA


0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih atas komentarnya...